Hai semuanya,, siapa sih yang ga tau apa itu cangkok? Jangan-jangan emang ga tau.. Kalo anak pertanian pasti tau la ya,, hehe.. Ya udah kalo yang ga tau gua kasih jawabannya ya,, yuk disimak dan di baca di bawah ini ya,, hehe..
Layerage yang istilah Indonesianya cangkok merupakan salah satu teknik pembiakan tanaman secara vegetatif. Teknik perbanyakan yang paling mudah untuk memperbanyak tanaman hortikultura. Sehingga, cangkok sering diaplikasikan oleh para penangkar maupun hobiis. Layerage alami atau sering pula dikenal dengan istilah perundukan terjadi bilamana bagian batang suatu tanaman terkulai menyentuh tanah, kemudian bagian batang yang menyentuh tanah tersebut membentuk sistim perakaran.
Kemudian dengan memisahkan bagian tanaman yang telah membentuk perakaran sendiri, maka tanaman sempurna tersebut dapat dijadikan sebagai bibit tanaman yg nantinya akan tumbuh dan berkembang dengan sifat yang identik dengan induknya.
Cangkok buatan sering pula dikenal sebagai marcoteren merupakan upaya manusia mengakarkan bagian tanaman tertentu semasih bersatu dengan induknya melalui pelukaan pada bagian tanaman bersangkutan. Pada luka tersebut diharapkan akan tumbuh dan berkembang akar adventif cangkokan. Bagian tanaman tersebut kemudian dipotong setelah pada luka sayatan tersebut terbentuk akar. Perakaran akan tumbuh setelah 2–4 bulan sejak pembungkusan sayatan.
Oke, itu saja pengertian cangkoknya.. Semoga dapat dimengerti..😉
Sebelum mencangkok,, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.. Mau tau syaratnya,, baca dibawah ini ya..
Syarat Mencangkok Pada saat mencangkok, kambium pada cabang atau ranting harus dihilangkan supaya kulit tidak terbentuk kembali. Apabila kulit terbentuk kembali, maka akar tidak akan dapat terbentuk. Sebaliknya, jika lapisan kambium tersebut bersih, maka hasil fotosintesis akan terkumpul di tempat kambium yang telah dibersihkan dan pertumbuhan akar dapat terangsang dengan baik.
Nah jadi udah tau kan syaratnya,, Biar mencangkoknya lebih efektif..
Haii,, kembali lagi diblog gue.. Diblog kali ini gue bakal beri informasi tentang macam dan teknik cangkok.. Mau tau yuk dibaca dibawah ini ya..
Yang dimaksud dengan macam dan teknik cangkok adalah suatu teknik perbanyakan tanaman yg sengaja dilakukan oleh manusia untuk tujuan memperbanyak tanaman atau cloning suatu jenis tanaman Hortikultura. Namun demikian, melihat kenyataan di lapang, maka selain secara buatan pembiakan tanaman dengan layering juga dapat terjadi secara alami. Beberapa macam pembiakan tanaman melalui layering alami adalah. 📍layering, 📍pembiakan melalui pemanfaatan organ runner, stolon, sucker, dan crown. Sedangkan teknik perbanyakan yang sengaja dilakukan (buatan) meliputi : 📍simple layering, 📍serpentine layering, 📍trench layering, 📍mound layering, 📍dan air layering (marcoteren).
Berikut beberapaa teknik layering/cangkok yang umum dilakukan untuk memperbanyak tanaman hortikultura, Ground Layering (layering) Macam cangkokan ini sering pula dikenal dengan istilah pembumbunan atau perundukan. Terhadap percabangan pohon induk dilakukan pembentukan akar, yaitu perakaran adventisius/ adventif, dengan cara dirundukkan terlebih dahulu. Terdapat lima teknik perundukan sebagai berikut: Tip Layerage
Teknik pembumbunan ini dilakukan dengan cara merundukkan cabang tanaman ke arah permukaan tanah sehingga bagian ujung cabang tersebut dapat dibenamkan (3 – 5 cm.) Setelah terbenam selama 2 – 3 bln, ujung cabang yang terbenam tersebut akan membentuk akar. Perakaran akan cepat terbentuk jika menyayat cabang yang terbenam tersebut Contoh penerapan teknik perbanyakan ini sering dilakukan pd murbei, delima, azalea, philodendron, dan apel. Simple Layerage
Perbanyakan tanaman dgn menggunakan teknik ini mirip dgn teknik Tip Layerage, namun pembenaman bagian cabang yg cukup panjang dan dilakukan hingga kedalaman 10 – 25 cm dgn membiarkan ujung cabang muncul di permukaan tanah hingga 10 – 25 cm. Daun-daun pada cabang yg muncul di permukaan tanah dibiarkan. Utk mempercepat pembentukan akar, bagian yg terbenam disayat atau dpt diberikan zpt. Contoh tanaman : golongan berries, apel, mawar liar/mawar pagar, delima, dan Rhododendron.
Trench Layerage
Pada teknik ini, cabang yg dibenamkan/ditanam lebih panjang daripada 2 teknik di atas. Penanaman cabang berkisar 10 – 15 cm bahkan pd bbrp tanaman dpt 25 – 50 cm dgn kedalaman tanam 10 cm di bawah permukaan tanah. Teknik ini akan menghasilkan turunan yg cukup banyak dikarenakan cabang yg ditanam cukup panjang (3 – 5 tunas yg akan tumbuh dan berkembang sbg tanaman muda normal). Contoh: cerri, plum, apel, azalea, dan mawar. Serpentine Layerage
Sering juga dikenal sbg compound layerage, yaitu cabang/ranting tanm. dilengkungkan secara memanjang dan kemudian dibenamkan/ditutup tanah secara berselang-seling ditimbun dan muncul, kemudian ditimbun lagi.Tunas-tunas akan tumbuh pd bagian tanaman/ cabang yg muncul (tidak dibenamkan) sdgkan pd cabang yang tertimbun akan tumbuh akar. Setelah tumbuh tunas dan akar, maka cabang tanm. tersebut dapat dipotong menjadi beebrapa individu tanaman muda yang utuh memiliki akar, batang, dan daun.
Mound Layerage
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan teknik Mound Layerage seperti layaknya ratoon pd padi. Batang utama pohon induk dipotong, kemudian di sekitar batang tersebut ditimbun tanah (dibumbun). Setelah bbrp waktu (bulan) akan tumbuh beberapa tunas. Sejumlah pangkal tunas-tunas yang tertimbun tanah akan tumbuh akar sehingga akan membentuk tanm. muda yang normal dan dapat dipisahkan. Contoh tanaman : krisan, apel, dan mawar.
Oke,, itulah dia macam dan teknik cangkok. Lumayan panjang ya hehe.. Sampai ketemu diblog selanjutnya..
Hal-Hal apa saja yang dilakukan dalam mencangkok? Langsung aja disimak dan dibaca ya..
Bila batang diatas sayatan telah menghasilkan sistem perakaran yang bagus, batang dapat segera dipotong dan ditanam di lapang. Menurut Rochiman dan Harjadi (1973), hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pencangkokan tanaman adalah: 📌waktu mencangkok, sebaiknya pada musim hujan karena tidak perlu melakukan penyiraman berulang-ulang 📌Memilih batang cangkok, pohon induk yang digunakan adalah yang umurnya tidak terlalu tua atau terlalu muda, kuat, sehat dan subur serta banyak dan baik buahnya Pemeliharaan cangkokan, 📌pemeliharaan sudah dianggap cukup bila 📌media cangkokan cukup lembab sepanjang waktu. Suatu percobaan dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Zat Pengatur Tumbuh (Rootone-F) dan media terhadap cangkokan. Cangkok dengan perlakuan media tanah dengan pemberian Rootone-F menyebabkan akar lebih cepat keluar dan jumlahnya lebih banyak, kondisi yang sama juga dapat dilihat pada media tanah + kompos dengan Rootone-F. Kondisi sebaliknya terjadi pada kedua media tanpa Rootone-F akar akan lebih lambat keluar dan jumlahnya sedikit. Hal ini dapat dijelaskan bahwa Rootone-F merupakan salah satu zat pengatur tumbuh untuk induksi perakaran.Sedangkan pada media kompos tidak ada pertumbuhan akar pada kedua perlakuan.
Oke,, itulah dia jawabannya.. Ketemu lagi di blog selanjutnya ya 👋👋,, hehe..
Oke,, kembali lagi diblog gue.. Kali ini gue bakal ngasih tau bagaimana cara mecangkok tanaman.. Kalo anak pertanian bisa kan ya mecangkok,, masa gak bisa sih?Hehe.. Ya udah kalo gak bisa gue bakal kasih tau cara nya.. Dibawah ini ya caranya..
Teknik cangkok Teknik perbanyakan tanaman ini merupakan layering diatas tanah atau sering disebut sebagai marcotten = marcoteren. Teknik cangkok dipilih sebagai teknik perbanyakan tanaman hortikultura seperti mangga, rambutan, dan sawo karena beberapa alasan diantaranya yaitu: Teknik ini cukup praktis untuk perbanyakan tanaman berkayu baik yang berukuran besar maupun kecil. Tanaman tidak dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik vegetative lainnya seperti stek kareana sulit berakar bila terpisah dengan tanaman induknya Tanaman memiliki percabanganyang cukup tinggi sehingga tidak mudah untuk dilengkungkan kea rah tanah Terdapat dua cara teknik mencangkok, yaitu: – Cangkok Sayat Berikut ini cara mencangkok dengan teknik sayat 1. Memilih Batang
Sebagai contohnya aja ya 😄
Berikut ini adalah cara memilih batang yang tepat untuk mencangkok tanaman: Memilih batang yang sesuai. Batang setidaknya memiliki diameter 2 cm atau lebih dan yang paling penting adalah berkambium.
Menguliti Batang
Kuliti dengan hati-hati ya
Sayat kulit batang sekitar luasnya 10 cm persegi. Setelah menyayat, diamkan beberapa saat. Jika perlu, lap dengan menggunakan kain. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan kambium yang menempel di permukaan. Anda bisa mengecek kandungan kambium dengan cara memegang sayatan yang telah Anda buat apakah lengket atau sudah kering.
Menyiapkan Air dan Tanah
Pastikan alat dan bahan sudah siap semua
Sembari menunggu batang kering, siapkan air dan tanah dan campur hingga merata. Usahakan campuran tanah dan air tidak terlalu encer, namun juga tidak terlalu padat. Kepadatan campuran tersebut dapat di lihat dengan menempelkan campuran tersebut ke batang pohon. Seharusnya campuran tersebut dapat menempel ke batang pohon dan (tidak berjatuha ke bawah karena terlalu encer atau tidak bisa menempel karena terlalu padat).
Menempelkan Campuran
Di buat seperti itu ya
Setelah itu tempelkan campuran tadi ke sayatan yang Anda buat. Setelah itu balut dengan menggunakan plastik lalu ikat dengan tali sehingga campuran tanah tersebut menempel dengan sempurna.
Menyirami Air
Jangan lupa disiram!
Berikan air setiap hari kepada cangkokan Anda. Siramkan dengan pelan agar tidak merusak cangkok yang Anda buat. Anda juga bisa mengandalkan air hujan jika musim memang sedang hujan. Sehingga Anda dapat meninggalkan cangkokan Anda untuk beberapa hari dengan cara meletakkannya di ruang terbuka. Namun jika hujan tersebut sangat deran dan penuh dengan tiupan angin, ini tentu bukanlah hal yang bagus, lebih baik Anda menunggu waktu yang pas saat Anda bisa memantau cangkokan Anda secara rutin. Jika akar sudah mulai terlihat, selamat maka proses cangkok telah berhasil.kemudian potong cangkokan dengan hati – hati dan jangan sampai merusak akar yang telah tumbuh. Akar yang masih kecil akan sangat rentan untuk rusak walaupun dengan sentuhan atau gesekan biasa.
Pindahkan Hasil Cangkokan
Masih ada tahapan lain setelah tanaman berhasil dicangkok, di antaranya: Pindahkan hasil cangkokan ke tempat yang baru sehingga dia dapat tumbuh sendiri. Usahakan tempat yang baru sudah siap untuk ditempati. Pastikan tanah yang digunakan adalah tanah yang subur sehingga proses cangkok juga dapat berjalan secara lancar.
Hasil Cangkok
Inilah hasilnya
Tetap pantau hasil cangkokan Anda dan sirami secara rutin. Tambahkan pupuk jika diperlukan dan lakukan pencegahan terhadap hama. Contoh tanaman yang bisa dilakukan dengan teknik sayat yaitu: Rambutan Jambu air Sawo Durian mangga
– Cangkok belah
Gambar diatas contoh teknik belah nya ya
Tata cara perbanyakan dengan cangkok belah pada prinsipnya sama dengan penanganan cangkok sayat. Perbedaan cangkok belah terletak pada cara mengerat cabang. Mula-mula cabang dikerat sampai setengah bagaian, kemudian dibelah kearah atas memanjang 15 cm – 20 cm, atau tergantung pada ukuran cabang. Biarkan luka keratin atau belahan tadi selama beberapa waktu hingga kering, kemudian olesi dengan ZPT Rootone ataupun Atonik. Ambil kaleng bekas atau pot kecil yang telah diisi pecahan bata merah didasarnya dan medium tumbuh campuran tanah dengan pupuk kandang. kemudian belahan cabang tadi dimasukkan kedalam kaleng ataupun pot sambil digantungkan pada cabang terdekat. Setelah cagkokan berakar, dapat segera dipisahkan dari pohon induknya.
Jadi,, dapat disimpulkan bahwa cara mencangkok ada 2 teknik.. Yang pertama dengan cangkok sayat,, yang keduanya dengan cangkok belah.. Kalo mau lebih detail caranya boleh dicek di link youtube bawah ini ya 👇
Bagaimana pembentukan akar pada cangkok? Oke,, langsung aja dibawah ini ya pembentukannya
Pemotongan jaringan pengangkutan melalui penyayatan kulit cabang berarti pembuangan lapisan cambium ataupun pembelahan batang yang berarti pemutusan hubungan jaringan vascular akan menciptakan suatu fenomena bahwa zat-zat makanan (fotosintat) berasal dari bagian atas cabang yang di sayat / belah tersebut akan menumpuk pada tepi sayatan bagian atas (fotosintat tidak diteruskan kebagian bawah dari pada sayatan). Akibat dari penumpukan tersebut maka kulit kayu cabang dibagian atas sayatan akan membengkak karena terjadinya pembelahan sel yang cepat. Pembelahan sel ini dipacu dengan adanya auksin dan karbohidrat yang tertumpuk. Fotosintat yang berupa karbohidrat akan tertumpuk pada bagian yang disayat tepatnya pada bagian atas. Pada bagian tersebut kemudian terjadi differensiasi sel-sel yang merupakan tempat inisiasi akar. Sel-sel terus mengalami pembelahan dan berdifferensiasi membentuk jaringan primordial akar. Pembentukan primordial akar yang kemudian terusberkembang membentuk akar biasanya terjadi pada jaringan pembuluh pengangkutan. Pada tanaman berkayu yang telah memiliki dua lapis atau lebih pembuluh floem dan xylem, akar-akar akan tumbuh dari jaringan floem sekunder ataupada pembuluh vaskuler atau pada kambium. Umumnya perakaran cangkokan akan tumbuh atau mulai Nampak setelah 1-3 bulan. Cepat lambatnya pertumbuhan dan perkembangan akar cangkokan dipengaruhi oleh keadaan fisiologis bahan tanaman dan factor luar (lingkungan).
Itulah cara pembentukannya,, jadi udah tau kan proses pembentukannya,, ketemu lagi di blog selanjutnya 👋
Kembali lagi di blog gue.. Kli ini gue bakal ngebahas tentang cara perkembangbiakan dengan mencangkok.. Dibaca dibawah ini ya,, hehe..
Untuk cara perkembang biakan dengan mencangkok ialah sangat istimewa terutama untuk buah-buahan. Karena rasa dan bentuk buah yang dihasilkan pun biasanya akan sama persis dengan induknya. Berbeda jika perkembang biakan dilakukan dengan menanam biji, terkadang tanaman yang dihasilkan tidak sama dengan kriteria yang dimiliki oleh induknya. Pada tumbuhan hasil cangkokan lebih cepat berbuah dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. Akan tetapi, tumbuhan hasil cangkokan mudah roboh, karena sistem perakarannya ialah serabut, oleh karena itu berhati-hatilah ketika menanamnya dan umurnya lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji.
Oke,, sekian penjelasannya.. Semoga dapat dipahami..
Faktor apa saja yang mempengaruhi regenerasi tanaman melalui cangkokan(keberhasilan mencangkok)? Langsung cek dibawah ini ya jawabannya 👇
–Waktu mencangkok Waktu terbaik melakukan pencangkokan adalah pd musim penghujan. Walaupun demikian dapat saja dilakukan pd musim kemarau dgn syarat tidak kekurangan air. Artinya sering dilakukan penyiraman baik kepada tanaman induk maupun kepada bagian cangkokan. –Bahan batang/cabang cangkokan Bahan cabang cangkokan lebih baik dipilih dari pohon induk yg berumur tidak terlalu tua, tumbuh subur, sehat, kuat, dan sifat-sifat genetik lainnya yang menguntungkan. Bbrpa hal lainnya yg juga penting adalah keindahan dan aspek yg nantinya tidak merusak pohon induk, serta ukuran maupun bentuk. Dahan yg tidak terlalu tua (biasanya berwarna coklat muda) merupakan bahan cangkokan yg baik karena memiliki bahan cadangan makanan (karbohidrat) yang cukup banyak. –Pemeliharaan Pemeliharaan ditujukan terutama dlm hal menjaga kelembaban (RH). RH dipertahankan melalui pengaturan penyiraman. Kesehatan pohon induk juga perlu diperhatikan. – peralatan yang digunakan Peralatan yg dipersyaratkan adalah peralatan yg mudah pemakaian dan mudah diperoleh. Keadaan peralatan tsb setidaknya berfungsi baik dan bersih. –Media cangkok. Media cangkok banyak macamnya yaitu mos, bubuk sabut kelapa, pupuk kandang, dan kompos. Apapun macam media yg akan digunakan yg terpenting adalah bahwa media tsb memilki kemampuan yang baik dalam menyediakan hara dan baik dalam memegang (mempertahankan kelembaban) sekaligus melepas air. –Pembungkus/pembalut Media Ada bbrp macam bahan utk membalut atau membungkus media cangkok, yaitu sabut kelapa, ijuk, kaleng bekas, pot plastik, bambu, dan plastik lembaran. Plastik merupakan pembungkus cangkok yg umum digunakan krn mudah diperoleh, harganya cukup murah, dan sistim perakaran cangkokan dpt dilihat, serta cukup baik mempertahankan kelembaban. 10/8/2018 22 Pemakaian pembungkus berupa sabut kelapa atau ijuk harus dibarengi dgn penyiraman cangkokan yg teratur dan sering dilakukan . Bilamana sistim perakaran sudah cukup banyak, akarakar akan mudah tersembul ke luar. –Pemeliharaan pasca cangkok Pemeliharaan pascapanen meliputi tempat penanaman (bila langsung ditanam setelah pemisahan dari pohon induk) tidak terlalu panas atau terbuka sehingga memerlukan penaungan. Pemeliharaan lainnya adalah bilamana hasil cangkokan masih perlu disemaikan terlebih dahulu, maka diperlukan penanaman kembali pd wadah lebih besar dan kemudian diletakkan pd tempat ternaung. Pemotongan bbrp daun-daun sangat menguntungkan bagi pertumbuhan awal dari cangkokan. –Pada umumnya faktor pembatas keberhasilan atau kendala utama dalam melakukan pencangkokan adalah sulitnya pembentukan perakaran sehingga perlu adanya pemberian perlakuan-perlakuan tertentu untuk merangsang munculnya atau tumbuhnya akar. Salah satu perlakuan yg dpt diterapkan dalam upaya mempercepat tumbuh perakaran cangkok tersebut adalah pemberian zat pengatur tumbuh.
Jadi itulah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan cangkoknya.. Bagi yang mencangkok mudah-mudahan berhasil ya,, hehe..
Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan pembentukan perakaran pada cangkok yaitu:
✔Jenis tanaman Pertumbuhan akar dari batang atau ranting tanaman yang bergetah umumnya lebih lama dibandingkan tanaman yang tidak bergetah. ✔Media cangkokan Media yang subur atau banyak mengandung hara mineral akan mempercepat proses perakaran cangkokan terutama pertumbuhan setelah terbentuknya akar dan berkembangan selanjutnya. ✔Cara mencangkok Umumnya perakaran cangkok akan lebih cepat tumbuh bilamana teknik pencangkokan yang diterapkan adalah cangkok sayat. ✔Waktu mencangkok Musim penghujan merupakan musim yang baik untuk mencangkok. Mudah menyiram, dan laju transpirasi cukup rendah.
Jadi itulah yang mempengaruhi keberhasilan pembentukan akar pada cangkok.. Kembali lagi diblog selanjutnya ya..
Ternyata teknik cangkok ada kelemahannya.. Sama sih kayak manusia ada kelebihan dan ada kelemahannya,, wkwk.. Mau tau kelemahannya,, yuk dibaca jawabannya di bawah ini.. Oke
➡Merusak sistim percabangan tanaman induk akibat pemotongan bahan cangkokan. Karena sebuah cangkokan memerlukan sejumlah ranting dalam satu cabang. ➡Produksi pohon induk akan berkurang akibat dari banyak percabangan yang terpotong untuk keperluan bahan cangkokan. ➡Bilamana pencangkokan dilakukan pada tanaman induk dalam jumlah banyak, tanaman induk tersebut akan mengalami pertumbuhan vegetatif yang panjang kembali sebelum memasuki fase generatifnya (rejuvenilisasi). ➡Setiap satu pohon induk menyediakan jumlah percabangan untuk bahan cangkok terbatas. ➡Bentuk tajuk tanaman hasil perbanyakan cangkokan tidak baik akibat dari pola pertumbuhan percabangan tanaman yg sulit diatur. Biasanya tumbuh ke arah horisontal yang tidak merata, dan sistim perakaran tananaman hasil cangkok kurang baik dan dangkal, akibatnya tanaman akan mudah rebah. ➡Sistim perakaran cangkokan merupakan sistim perakaran adventif.
Oke,, itu saja kelemahan teknik cangkokan nya.. Ketemu lagi nanti di blog selanjutnya ya.👋
Belum banyak yang mengetahui alasan mengapa cangkok sebagai teknik perbanyakan tanaman.. Dari pada bingung ga tau kenapa,, nih gue kasih jawabannya dibawah ini ya 👇
Beberapa tanaman hortikultura sulit diperbanyak dengan menggunakan teknik pembiakan lainnya seperti stek maupun sambungan. Contoh tanaman ini adalah sawo, mangga, dan rambutan. Jadi alasannya mengapa cangkok sebagai teknik perbanyakan tanaman,, karena 👉Mengurangi kegagalan tumbuhnya perakaran bilamana menggunakan teknik stek, 👉Mengharapkan karakter yang identik dengan induknya (pembentukan klon), dan 👉Mempersingkat periode vegetatif tanaman (akan cepat memasuki fase generatif).
Nah,, itulah alasan mengapa cangkok sebagai teknik perbanyakan tanaman. Jadi enggak penasaran lagi kan,, hehe.😅😄