Macam dan teknik cangkok

Haii,, kembali lagi diblog gue.. Diblog kali ini gue bakal beri informasi tentang macam dan teknik cangkok.. Mau tau yuk dibaca dibawah ini ya..

Yang dimaksud dengan macam dan teknik cangkok adalah suatu teknik perbanyakan tanaman yg sengaja dilakukan oleh manusia untuk tujuan memperbanyak tanaman atau cloning suatu jenis tanaman Hortikultura. Namun demikian, melihat kenyataan di lapang, maka selain secara buatan pembiakan tanaman dengan layering juga dapat terjadi secara alami.
Beberapa macam pembiakan tanaman melalui layering alami adalah. 📍layering, 📍pembiakan melalui pemanfaatan organ runner, stolon, sucker, dan crown.
Sedangkan teknik perbanyakan yang sengaja dilakukan (buatan) meliputi :
📍simple layering,
📍serpentine layering,
📍trench layering,
📍mound layering,
📍dan air layering (marcoteren).

Berikut beberapaa teknik layering/cangkok yang umum dilakukan untuk memperbanyak tanaman hortikultura,
Ground Layering (layering) Macam cangkokan ini sering pula dikenal dengan istilah pembumbunan atau perundukan. Terhadap percabangan pohon induk dilakukan pembentukan akar, yaitu perakaran adventisius/ adventif, dengan cara dirundukkan terlebih dahulu.
Terdapat lima teknik perundukan sebagai berikut:
Tip Layerage


Teknik pembumbunan ini dilakukan dengan cara merundukkan cabang tanaman ke arah permukaan tanah sehingga bagian ujung cabang tersebut dapat dibenamkan (3 – 5 cm.) Setelah terbenam selama 2 – 3 bln, ujung cabang yang terbenam tersebut akan membentuk akar. Perakaran akan cepat terbentuk jika menyayat cabang yang terbenam tersebut Contoh penerapan teknik perbanyakan ini sering dilakukan pd murbei, delima, azalea, philodendron, dan apel.
Simple Layerage


Perbanyakan tanaman dgn menggunakan teknik ini mirip dgn teknik Tip Layerage, namun pembenaman bagian cabang yg cukup panjang dan dilakukan hingga kedalaman 10 – 25 cm dgn membiarkan ujung cabang muncul di permukaan tanah hingga 10 – 25 cm. Daun-daun pada cabang yg muncul di permukaan tanah dibiarkan. Utk mempercepat pembentukan akar, bagian yg terbenam disayat atau dpt diberikan zpt. Contoh tanaman : golongan berries, apel, mawar liar/mawar pagar, delima, dan Rhododendron.

Trench Layerage


Pada teknik ini, cabang yg dibenamkan/ditanam lebih panjang daripada 2 teknik di atas. Penanaman cabang berkisar 10 – 15 cm bahkan pd bbrp tanaman dpt 25 – 50 cm dgn kedalaman tanam 10 cm di bawah permukaan tanah. Teknik ini akan menghasilkan turunan yg cukup banyak dikarenakan cabang yg ditanam cukup panjang (3 – 5 tunas yg akan tumbuh dan berkembang sbg tanaman muda normal). Contoh: cerri, plum, apel, azalea, dan mawar.
Serpentine Layerage


Sering juga dikenal sbg compound layerage, yaitu cabang/ranting tanm. dilengkungkan secara memanjang dan kemudian dibenamkan/ditutup tanah secara berselang-seling ditimbun dan muncul, kemudian ditimbun lagi.Tunas-tunas akan tumbuh pd bagian tanaman/ cabang yg muncul (tidak dibenamkan) sdgkan pd cabang yang tertimbun akan tumbuh akar. Setelah tumbuh tunas dan akar, maka cabang tanm. tersebut dapat dipotong menjadi beebrapa individu tanaman muda yang utuh memiliki akar, batang, dan daun.

Mound Layerage


Perbanyakan tanaman dengan menggunakan teknik Mound Layerage seperti layaknya ratoon pd padi. Batang utama pohon induk dipotong, kemudian di sekitar batang tersebut ditimbun tanah (dibumbun). Setelah bbrp waktu (bulan) akan tumbuh beberapa tunas. Sejumlah pangkal tunas-tunas yang tertimbun tanah akan tumbuh akar sehingga akan membentuk tanm. muda yang normal dan dapat dipisahkan. Contoh tanaman : krisan, apel, dan mawar.

Oke,, itulah dia macam dan teknik cangkok. Lumayan panjang ya hehe.. Sampai ketemu diblog selanjutnya..

Tinggalkan komentar